Senin, 16 September 2019

MAKALAH BAHASA INDONESIA OLEH NITA AMELIA DAN INAYAH RIANA SARI


MAKALAH
DIKSI DALAM BAHASA INDONESIA

DISUSUN OLEH :
INAYAH RIANA SARI ( 1910411120014 )
NITA AMELIA ( 1910411120013 )
DOSEN :
Dr. H. ZULKIFLI MUSHABA, M.Pd
DANA ASWADI

PROGRAM STUDI ADMINISTRASI PUBLIK
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
2019







KATA PENGANTAR
            Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
            Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kami kemudahan sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Tanpa pertolongan-Nya tentunya kami tidak akan sanggup untuk menyelesaikan makalah ini dengan baik. Shalawat serta salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yaitu Nabi Muhammad SAW yang kita nanti-natikan syafa’atnya di akhirat nanti.
            Kami mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat sehat-Nya, baik itu berupa sehat fisik maupun akal pikiran, sehingga penulis mampu untuk menyelesaikan pembuatan makalah sebagai tugas dari mata kuliah Bahasa Indonesia dengan judul “Diksi dalam Bahasa Indonesia”.
            Kami tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan masih banyak terdapat kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Untuk itu, kami mengharapkan kritik serta saran dari pembaca untuk makalah ini, supaya makalah ini nantinya dapat menjadi makalah yang lebih baik. Kemudian apabila terdapat banyak kesalahan pada makalah ini penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.
            Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak khususnya kepada guru Bahasa Indonesia kami yang telah membimbing dalam menulis makalah ini.

            Demikian, semoga makalah ini dapat bermanfaat. Terima kasih.

                                                                                                Banjarmasin, 16 September 2019

                                                                                                                                                Penulis


Daftar Isi

Kata Pengantar........................................................................................................... 
Daftar Isi.................................................................................................................... 

BAB I PENDAHULUAN........................................................................................ 
       1.1 Latar Belakang..................................................................................................... 
       1.2 Rumusan Masalah................................................................................................ 
       1.3 Tujuan.................................................................................................................. 
       1.4 Manfaat................................................................................................................ 

BAB II PEMBAHASAN.......................................................................................... 
       2.1 Tinjauan Studi...................................................................................................... 
       2.1 Landasan Teori..................................................................................................... 
       2.3 Pengertian Diksi...................................................................................................
2.3. 1Pengertian menurut KBBI dan para ahli...........................................................
2.3.2 Fungsi Diksi..................................................................................................
2.3.3 Syarat-syarat Diksi
2.3.4 Ciri-ciri Diki
       2.4 Makna Denotatif dan Konotatif..........................................................................
       2.5 Gaya Bahasa........................................................................................................
       2.6 Gaya Bahasa Menurut Pilihan Kata..................................................................... 

BAB III..................................................................................................................... 
3.1 Kesimpulan.......................................................................................................... 
3.2 Saran.................................................................................................................... 
3.3 Daftar Pustaka..................................................................................................... 








BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Bahasa terdiri atas beberapa tataran gramatikal antara lain kata, frase, klausa, dan kalimat. Kata merupakan tataran terendah & kalimat merupakan tataran tertinggi. Ketika Anda menulis, kata merupakan kunci utama dalam upaya membentuk tulisan. Oleh karena itu, sejumlah kata dalam Bahasa Indonesia harus dipahami dengan baik, agar ide dan pesan seseorang dapat mudah dimengerti. Dengan demikian, kata-kata yang digunakan untuk berkomunikasi harus dipahami dalam konteks alinea dan wacana. Kata sebagai unsur bahasa, tidak dapat dipergunakan dengan sewenang-wenang. Akan tetapi, kata-kata tersebut harus digunakan dengan mengikuti kaidah-kaidah yang benar.
Menulis merupakan kegiatan yang mampu menghasilkan ide-ide dalam bentuk tulisan secara terus-menerus & teratur (produktif) serta mampu mengungkapkan gambaran, maksud, gagasan, perasaan (ekspresif). Oleh karena itu, ketrampilan menulis / mengarang membutuhkan grafologi, struktur bahasa, & kosa kata. Salah satu unsur penting dalam mengarang adalah penguasaan kosa kata. Kosa kata merupakan bagian dari diksi. Ketepatan diksi dalam suatu karangan merupakan hal yang tidak dapat diabaikan karena ketidaktepatan penggunaan diksi pasti akan menimbulkan ketidakjelasan makna.
Fungsi Pilihan kata atau Diksi adalah Untuk memperoleh keindahan guna menambah daya ekspresivitas. Maka sebuah kata akan lebih jelas, jika pilihan kata tersebut tepat dan sesuai. Ketepatan pilihan kata bertujuan agar tidak menimbulkan interpretasi yang berlainan antara penulis atau pembicara dengan pembaca atau pendengar, sedangkan kesesuaian kata bertujuan agar tidak merusak suasana. Selain itu berfungsi untuk menghaluskan kata dan kalimat agar terasa lebih indah. Dan juga dengan adanya diksi oleh pengarang berfungsi untuk mendukung jalan cerita agar lebih runtut mendeskripsikan tokoh, lebih jelas mendeskripsikan latar waktu, latar tempat, dan latar sosial dalam cerita tersebut.

1.2 Rumusan Masalah
Adapun perumusan masalah yang akan dibahas adalah sebagai berikut:
1.            Apakah pengertian diksi?
2.            Bagaimana diksi yang tepat dan tidak tepat dalam kalimat?
3.            Apa perbedaan kata umum dan khusus?
4.            Apa berbedaan makna denotatif dan konotatif?
5.            Apa yang dinamakan gaya bahasa?
 1.3 Tujuan
Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah yang telah diuraikan di atas, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan :
          1.        Untuk mengetahui pengertian diksi.
            2.        Untuk mengetahui seperti apa kata umum dan khusus.
            3.        Untuk mengetahui makna denotatif dan konotatif.
            4.        Untuk memahami bagaimana diksi yang tepat & tidak tepat dalam kalimat.
       5.        Untuk mengetahui pengertian gaya bahasa.
1.4 Manfaat
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan acuan dalam berbahasa yang benar sehingga dapat memberi manfaat sebagai berikut :
Penelitian ini diharapkan berhasil dengan baik dan dapat mencapai tujuan penelitian secara optimal, sistematis, dan bermanfaat.
    
     1)   Manfaat teoretis
      a.         Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan mengenai penelitian        korelasi terkait penguasaan diksi dan sikap berbahasa dengan keterampilan   menulis.
      b.         Penelitian ini diharapkan dapat memberi sumbangan dalam mengaplikasikan teori           penelitian korelasi dalam bidang linguistik dan pengajarannya.
     2)   Manfaat praktis
      a.         Bagi dosen
            Sebagai bahan masukan pentingnya meningkatkan kualitas mengajar sehingga      dapat mengarahkan mahasiswa dalam meningkatkan kreativitas menulis karya     tulis ilmiah.
      b.         Bagi mahasiswa
            Diharapkan dapat mengembangkan kreativitas menulis mahasiswa dalam karya    tulis ilmiah.
      c.         Bagi universitas
            Merupakan bahan masukan sebagai sumbangan pemikiran pentingnya        keterampilan menulis karya tulis ilmiah untuk memperkaya khasanah ilmu   pengetahuan ilmiah.





BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Tinjauan Studi
Dalam penelitian ilmiah atau pembuatan makalah pengertian diksi sangat beragam. Dalam makalah ini peneliti mengambil dua makalah sebagai tinjauan studi.
Dalam makalahnya Mumtahanah Diksi atau pilihan kata adalah hasil dari upaya memilih kata yang tepat untuk dipakai dalam suatu tuturan bahasa.
Sementara menurut Susandi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, diksi berarti "pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan)”.
            Sementara menurut Mumtahanah Diksi bukan hanya sekedar memilih yang tepat tetapi untuk menentukan kata mana yang cocok digunakan dalam kalimat yang maknanya tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang diakui masyarakat.
2.2  Landasan Teori
Diksi menurut Keraf (2010:24) yang menurunkan tiga kesimpulan utama mengenai diksi, antara lain sebagai berikut.
      1.      Pilihan kata atau diksi mencakup pengertian kata-kata mana yang dipakai untuk menyampaikan gagasan, bagaimana membentuk pengelompokkan kata-kata yang tepat.
      2.      Pilihan kata atau diksi adalah kemampuan membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna dari gagasan yang ingin disampaikan dan kemampuan menemukan bentuk yang sesuai atau cocok dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki kelompok masyarakat pendengar.
      3.      Pilihan kata yang tepat dan sesuai hanya dimungkinkan penguasaan sejumlah besar kosa kata atau perbendaharaan kata bahasa.
Diksi atau pilihan kata adalah salah satu persyaratan yang perlu dan mendesak dalam berbicara atau menulis menurut Fitriyah dan Gani (2007:77). Pilihan kata termasuk dalam ilmu sistematik (semansiologi), yaitu ilmu yang mempelajari makna kata.
Dari uraian diatas diksi atau pilihan kata adalah kemampuan seseorang dalam memilih kata untuk mencapai penyampaian yang tepat dalam berbicara atau menulis, sehingga tidak menimbulkan makna yang tidak dikehendaki pembicara atau penulis.
2.3 Pengertian Diksi
            Diksi adalah suatu pilihan kata yang tepat dan selaras dengan penggunaannya dalam menyampaikan sebuah gagasan atau cerita yang meliputi gaya bahasa, ungkapan, pilihan kata, dan lain-lain, sehingga didapatkan efek sesuai dengan yang diinginkan.

2.3.1 Pengertian diksi menurut KBBI dan para ahli:
            Pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan)
 Pengertian diksi menurut para ahli :
1. Enre (1988: 102)
            Menjelaskan bahwa diksi ialah pilihan kata dan penggunaan kata secara tepat untuk mewakili pikiran dan perasaan yang ingin dinyatakan dalam pola suatu kalimat.

2. Achmadi (1990: 136)
            Memberikan definisi diksi adalah seleksi kata-kata untuk mengekspresikan ide atau gagasan dan perasaan.

3. Mustakim (1994: 41)
            Membedakan antara istilah pemilihan kata dan pilihan kata. Pemilihan kata adalah proses atau tindakan memilih kata yang dapat mengungkap gagasan secara tepat, sedangkan pilihan kata adalah hasil proses atau tindakan tersebut.

2.3.2 Fungsi Diksi
Fungsi diksi berdasarkan pengertiannya :
            Fungsi Diksi adalah agar pemilihan kata dan cara penyampaiannya dapat dilakukan dengan tepat sehingga orang lain mengerti maksud yang disampaikan, diksi juga berfungsi untuk memperindah suatu kalimat.
Fungsi Diksi Secara Umum :
a.         Membantu audiens/ pembaca mengerti apa yang disampaikan penulis atau             pembicara.
b.         Menciptakan aktivitas komunikasi yang lebih efektif dan efisien.
c.         Menyampaikan gagasan atau ide dengan tepat.
d.         Menjadi lambang ekspresi yang ada pada suatu gagasan.

2.3.3 Syarat-syarat Diksi
a.      Ketepatan pemilihan kata ketika menyampaikan suatu gagasan.
b.      Pengarang harus mempunyai kemampuan untuk membedakan dengan tepat makna berdasarkan gagasan yang hendak disampaikan.
c.      Memiliki kemampuan untuk menemukan bentuk yang pas dengan situasi serta nilai rasa para pembacanya.

d.      Menguasai berbagai kosakata serta mampu memanfaatkan kata menjadi suatu kalimat yang jelas, mudah dimengerti dan lebih efektif.

2.3.4 Ciri-ciri Diksi
a.      Pilihan kata yang sesuai dan tepat dalam menggungkapkan sebuah gagasan.
b.      Kata yang digunakan dapat dibedakan secara tepat dalam bentuk dan makna yang selaras dalam gagasan dan situasi pembaca.
c.      Penggunaan kata yang dimiliki masyarakat dapat memberdayakan kekayaan bahasa menjadi kata yang jelas dan tepat.
2.4 Makna Denotatif dan Makna Konotatif
Di dalam sebuah tulisan biasanya kita sulit untuk menentukan atau menginterpretasi makna sebuah kata atau frasa. Hal ini disebabkan karena adanya makna yang disampaikan secara sebenarnya(Denotasi) dan makna yang disampaikan dalam bentuk kiasan(Konotasi).Berikut penjelasannya:

I. Diksi Berdasarkan Maknanya
1. Makna Denotatif
            Yang dimaksud dengan denotatif adalah makna yang sebenarnya dari suatu kata atau kalimat. Berikut ini contoh diksi bermakna denotatif:

a.         Ryan sering “kerja keras” untuk mendapatkan penghasilan yang lebih baik.
b.         Robby adalah seorang yang “gemar membantu”, dia disukai banyak orang.
c.         Carla berinvestasi sejak dulu, sekarang ia mendapatkan “keuntungan melimpah”

2. Makna Konotatif
            Konotatif adalah kata atau kalimat yang memiliki arti bukan sebenarnya. Berikut ini contoh diksi dengan makna konotatif:

a.         Rio harus “membanting tulang” untuk menghidupi keluarganya.
b.         Hanny adalah seorang “kutu buku”, itu sebabnya ia banyak tahu tentang berbagai            hal
c.         Romeo suka berinvestasi sejak dulu, tahun ini ia mendapat “durian runtuh”.


II. Diksi Berdasarkan Leksikal
1. Sinonim
            Sinonim adalah kata yang mempunyai arti yang sama dengan kata lain. Berikut ini contoh sinonim,

a.      Bahagia = Senang
b.      Matahari = Mentari
c.      Cantik = Elok
d.      Lezat = Enak
e.      Pintar = Pandai

2. Antonim
            Antonim adalah kata yang memiliki arti berlawanan dengan kata lain. Berikut contoh antonim:

a.      Naik x Turun
b.      Besar x Kecil
c.      Banyak x Sedikit
d.      Tinggi x Rendah
e.      Gelap x Terang
f.       Cepat x Lambat
g.      Bagus x Jelek
h.      Mahal x Murah

3. Homonim
            Homonim adalah kata yang memiliki lafal dan ejaan yang sama namun artinya berbeda satu sama lain. Berikut contoh homonim,

a.      Bulan itu terlihat bulat penuh malam ini
b.      Semua karyawan mendapatkan gaji setiap bulan
            Kata bulan pada kedua kalimat tersebut memiliki arti yang berbeda walaupun ejaan dan lafalnya sama.

4. Homofon
            Homofon adalah kata yang memiliki ejaan dan makna yang berbeda, namun lafal sama. Berikut contoh homofon,

a.         Anton menabung uangnya di Bank secara rutin
b.         Bang Anton bekerja di perusahaan pembiayaan
->Kata “Bank” dan “Bang” pada kalimat di atas memiliki lafal yang sama, namun ejaan dan maknanya berbeda.

5. Homograf
            Homograf adalah kata yang memiliki lafal dan arti yang berbeda, namun ejaannya sama. Berikut contoh homograf,

a.         Makanan favorit wanita itu adalah tahu goreng
b.         Wanita itu tidak tahu kalau hari ini libur
->Kata “Tahu” pada kalimat di atas ejaannya sama, tapi memiliki arti yang berbeda.

6. Polisemi
            Polisemi adalah kata yang memiliki lebih dari satu arti. Berikut contoh polisemi,

a.      Para nasabah yang menabung di Bank akan mendapat bunga setiap bulan
b.      Andini adalah salah satu bunga desa yang paling cantik
c.      Kata “Bunga” pada kalimat di atas memiliki arti yang berbeda walaupun menggunakan kata yang sama.

7. Hipernim dan Hiponim
            Hipernim adalah kata yang dapat mewakili banyak kata lainnya. Sedangkan hiponim adalah kata yang dapat terwakili oleh kata hipernim.
Berikut contoh hipernim dan hiponim,

Di kebun binatang itu terdapat banyak binatang liar, misalnya gajah, singa, buaya, rusa, kuda, dan lain-lain.

Pada kalimat di atas, binatang liar merupakan hipernim. Sedangkan kata hiponim gajah, singa, buaya, rusa, kuda, dan lain-lain.
Persyaratan dalam Ketepatan Diksi

Syarat ketepatan diksi menurut Gorys Keraf, adalah :

a.      -Penggunaan kata konotasi dan denotasi secara cermat.
b.      -Penggunaan kata sinonim atau hampir sama maknanya secara cermat.
c.      -Dapat membedakan kata-kata yang memiliki ejaan yang mirip.
d.      -Penggunaan kata kerja pada kata depan harus secara idiomatis.
e.      -Harus dapat membedakan kata khusus dan umum dalam tulisan atau pidato agar ketepatan diksi terjamin
f.       -Memperhatikan pemilihan kata yang tepat secara berkelanjutan dalam suatu tulisan ataupun pidato.

2.5 Kata Umum dan Kata Khusus
Pada umumnya untuk mencapai ketepatan pengertian yang lebih baik memilih kata khusus daripada kata umum. Kata umum yang dipertentangkan dengan kata khusus harus dibedakan dari kata denotatif dan konotatif. Kata konotatif dibedakan dari kata berdasarkan maknanya, yaitu apakah ada makna tambahan atau nilai rasa yang ada pada sebuah kata. Kata umum dan kata khusus dibedakan berdasarkan luas dan tidaknya cakupan makna yang dikandungnya. Bila sebuah kata yang mengacu kepada suatu hal atau kelompok yang luas bidang lingkupnya maka kata itu disebut kata umum. Bila ia mengacu kepada pengarahan-pengarahan yang khusus dan kongkret maka kata-kata itu disebut kata khusus.
Dengan demikian semakin khusus sebuah kata atau istilah, semakin dekat titik persamaan atau pertemuan yang dapat dicapai antara penulis dan pembaca, sebaliknya semakin umum sebuah istilah, semakin jauh pula titik pertemuan antara penulis dan pembaca. Sebuah istilah atau kata yang umum dapat mencakup sejumlah istilah yang khusus. Dalam ilmu semantik, kata umum yang mencakup sejumlah istilah khusus ini disebut superordinal, sedangkan istilah-istilah khusus yang dicakupnya disebut hiponim.
       a.         Kata umum adalah kata-kata yang pemakaiannya dan maknanya bersifat umum dan luas. Bidang dan obyek yang dicakup oleh kata umum itu luas dan tidak secara spesifik merujuk atau merepresentasikan bidang atau obyek tertentu. Jenis kata umum tidak memiliki pertalian yang erat dengan obyeknya.Sebagai akibatnya, kata umum kurang memberi  daya imajinasi kepada audiens atau pembaca. Citra dalam pikiran audiens/ pembaca masih samar.
       b.         Kata Khusus adalah kata-kata yang pemakaiannya dan maknanya bersifat spesifik dan sempit dan yang merujuk kepada pengertian kongkret dan tertentu. Bidang, ruang lingkup, dan obyek yang dicakup oleh kata khusus itu sempit dan dia secara spesifik merujuk atau merepresentasikan bidang, ruang lingkup, atau obyek yang sempit, di samping juga hanya meliputi aspek tertentu saja.Jenis kata khusus memiliki pertalian yang erat dengan obyeknya. Sebagai akibatnya, kata khusus memberi daya imajinasi kepada audiens atau pembaca. Citra dalam pikiran audiens/ pembaca tidak samar.
Hubungan antara kata umum kata khusus itu bersifat relatif. Maksudnya, suatu kata tertentu bisa merupakan kata khusus dari kata lain yang lebih umum; dan kata yang lebih umum itu bisa menjadi kata khusus untuk kata lainnya lagi. Relativitas kata umum dan kata khusus ini menciptakan gradasi kata.

2.6 Gaya Bahasa
Pengertian Gaya Bahasa
Gaya atau khususnya gaya bahasa dikenal dalam retorika dengan istilah style. Kata style diturunkan dari kata Latin stilus, yaitu semacam alat untuk menulis pada lempengan lilin. Keahlian dalam menggunakan alat ini akan mempengaruhi jelas tidaknya tulisan pada lempengan tadi. Kelak pada waktu penekanan dititikberatkan pada keahlian untuk menulis indah, maka style berubah menjadi kemampuan dan keahlian untuk menulis atau mempergunakan kata-kata secara indah.
Karena perkembangan itu, gaya bahasa atau style menjadi masalah atau bagian dari diksi atau pilihan kata yang mempersoalkan cocok tidaknya pemakaian fakta, frasa atau klausa tertentu. Sebab itu, persoalan gaya bahasa meliputi semua hirarki kebahasaan : pilihan kata secara individual, frasa, klausa, dan kalimat, bahkan mencakup pula sebuah wacana secara keseluruhan.
Walaupun kata style berasal dari bahasa Latin, orang Yunani sudah mengembangkan sendiri teori-teori mengenai style itu. Ada dua  aliran yang terkenal, yaitu :
      1.      Aliran Platonik: menganggap style sebagai kualitas suatu ungkapan, menurut mereka ada ungkapan yang memiliki style, ada juga yang tidak style.
      2.      Aliran Aristoteles: menganggap bahwa gaya adalah suatu kualitas yang inheren, yang ada dalam ungkapan.
Dengan demikian, aliran Plato mengatakan bahwa ada karya yang memiliki gaya dan ada karya karya yang sama sekali tidak memiliki gaya. Sebaliknya, aliran Aristoteles mengatakan bahwa semua karya memiliki gaya, tetapi ada karya yang memiliki gaya yang tinggi ada yang rendah, ada karya yang memiliki gaya yang kuat ada yang lemah, ada yng memiliki gaya yang baik ada yang memiliki gaya yang jelek.
Bila kita melihat gaya secara umum, kita dapat mengatakan bahwa gaya adalah cara mengungkapkan diri sendiri, entah melalui bahasa, tingkah laku, berpakaian, dan sebagainya. Dengan menerima pengertian ini maka kita dapat mengatakan “cara berpakaiannya menarik perhatian banyak orang”, “Cara menulisnya lain dari pada kebanyakan orang”, “Cara jalannya lain dari pada yang lain”, yang memang sama artinya dengan “gaya berpakaian”, “gaya menulis” dan “gaya berjalan”. Dilihat dari segi bahasa, gaya bahasa adalah cara menggunakan bahasa. Gaya bahasa memungkinkan kita dapat menilai pribadi, watak dan kemampuan seseorang yang menggunakan bahasa itu. Semakin baik gaya bahasanya, semakin baik pula penilaian orang terhadapnya, semakin buruk gaya bahasa seseorang, semakin buruk pula penilaian diberikan kepadanya.
Akhirnya style atau gaya bahasa dapat dibatasi sebagai cara mengungkapkan pikiran melalui bahasa secara khas yang diperlihatkan jiwa dan kepribadian penulis (pemakai bahasa).


            2.6.1   Gaya Bahasa Berdasarkan Pilihan Kata
            Berdasarkan pilihan kata, gaya bahasa mempersoalkan kata mana yang paling tepat dan sesuai untuk posisi-posisi tertentu dalam kalimat, serta tepat tidaknya penggunaan kata-kata dilihat dari lapisan pemakaian bahasa dalam masyarakat. Dengan kata lain, gaya bahasa ini mempersoalkan ketepatan dan kesesuaian dalam menghadapi situasi-situasi tertentu.
Dalam bahasa standar (baahasa baku) dapatlah dibedakan : gaya bahasa resmi (bukan bahasa resmi), gaya bahasa tak resmi dan gaya bahasa percakapan.

      a.       Gaya Bahasa Resmi
Gaya bahasa resmi adalah gaya dalam bentuknya yang lengkap, gaya yang dipergunakan dalm kesempatan-kesempatan resmi, gaya yang digunakan oleh mereka yang diharapkan mempergunakannya dengan baik dan terpelihara. Amanat kepresidenan, berita negara, khotbah-khotbah mimbar, pidato-pidato yang penting, artikel-artikel yang serius, atau esei yang membuat subyek-subyek yang penting, semuanya dibawakan dengan bahasa resmi.

      b.      Gaya Bahasa Tak Resmi
Gaya bahasa tak resmi juga gaya bahasa yang dipergunakan dalam bahasa standar, khususnya dalam kesempatan-kesempatan yang tidak formal atau kurang formal. Gaya ini biasanya dipergunakan dalam karya-karya tulis, buku-buku pegangan, artikel-artikel mingguan atau bulanan yang baik, dalam perkuliahan, editorial, kolumnis dan sebagainya. Singkatnya gaya bahasa tak resmi adalah gaya bahasa yang umum dan normal bagi kaum terpelajar.
Menurut sifatnya, gaya bahasa tak resmi ini dapat juga memperlihatkan suatu jangka variasi, mulai dari bentuk informal yang paling tinggi (yang sudah bercampur dan mendekati gaya resmi) hingga gaya bahasa tak resmi yang sudah bertumpang tindih dengan gaya bahasa percakapan kaum terpelajar.

      c.       Gaya Bahasa Percakapan
Sejalan dengan kata-kata percakapan, terdapat juga gaya bahasa percakapan. Dalam gaya bahasa ini, pilihan katanya adalah kata-kata populer dan kata-kata percakapan. Kalau dibandingkan dengan gaya bahasa resmi dan gaya bahasa tak resmi, maka gaya bahasa percakapan ini dapat diumpamakan sebagai bahasa dalam pakaian sport. Itu berarti bahasanya masih lengkap untuk suatu kesempatan, dan masih dibentuk menurut kebiasaan-kebiasaan, tetapi kebiasaan ini agak longgar bila dibandingkan dengan gaya bahasa resmi dan gaya bahasa tak resmi.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Diksi atau pilihan kata adalah kemampuan seseorang dalam memilih kata untuk mencapai penyampaian yang tepat dalam berbicara atau menulis, sehingga tidak menimbulkan makna yang tidak dikehendaki pembicara atau penulis.
Diksi merupakan bagian penting dalam pembuatan sebuah karya ilmiah karna karangan atau karya ilmiah yang baik bukan hanya dilihat dari isi karya ilmiah tersebut tetapi juga dilihat dari pemilihan kata yang digunakan dalam pembuatan karya ilmiah tersebut. Karna dilihat dalam pemilihan kata seseorang dapat menilai kepribadian seorang penulis tersebut.
3.2 Saran
Dengan adanya penelitian ini penulis dapat mengetahui lebih mendalam tentang diksi atau pemilihan kata, serta penulis berharap dengan adanya karya tulis ini dapat bermanfaat bagi pelajar, mahasiswa serta semua pihak yang membaca karya ilmiah ini. Melalui makalah ini supaya penulis dapat memahami lebih mendalam lagi sehingga dapat membentuk generasi yang cerdas dan berbudi pekerti yang baik.
Penulis menyadari dalam pembuatan makalah ini masih banyak terdapat kesalahan dan jauh dari kesempurnaan. Maka penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak, untuk dapat menulis karya ilmiah yang lebih baik lagi kedepannya.

3.3 Daftar Pustaka

https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/Diksi

https://www.maxmanroe.com/vid/umum/pengertian-diksi.html

https://sastrawacana.id/pengertian-diksi-menurut-para-ahli/

https://pakdosen.co.id/diksi-pengertian-menurut-para-ahli-ciri-syarat-jenis-fungsi-dan-contoh/

https://www.ruangguru.co.id/diksi-pengertian-syarat-ciri-fungsi-manfaat-jenis-dan-contoh-diksi-terlengkap/

https://uprint.id/blog/contoh-kata-pengantar/

A, Alex dan Achmad H.P.2010.Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Jakarta:Penada Media group.
Mumtahanah, Fida.Makalah Diksi dan Gaya Bahasa
Nur, Imran.Makalah Penggunaan Kata Umum dan Kata Khusus
<http://www.slideshare.net/FerialImranNur7/penggunaan-kata-umum-dan-kata-khusus>
Keraf, Gorys.2010.Diksi dan Gaya Bahasa.Jakarta:Gramedia Pustaka Utama.
http://www.smansax1-edu.com/2014/09/cara-mudah-memahami-makna-denotasi-dan.html
Gani, Ramlan A dan Fitriyah Z.A.2007.Pembinaan Bahasa Indonesia. Jakarta:Lembaga Penelitian UIN Jakarta dengan UIN Jakarta press.
<http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=5&cad=rja&uact=8&ved=0CEIQFjAE&url=http%3A%2F%2Ffile.upi.edu%2FDirektori%2FFPBS%2FJUR._PEND._BHS._DAN_SASTRA_INDONESIA%2F196711031993032-NOVI_RESMINI%2FDIKSI_ATAU_PILIHAN_KATA_power_point.pdf&ei=KURiVaaUOMXbmgW354CIAw&usg=AFQjCNHaVXS7Ak8ynfjgkMK16e85tnmXMg&sig2=WOqCvEJn23KakKOIEWPW4Q&bvm=bv.93990622,d.dGY>