MAKALAH
DIKSI DALAM BAHASA INDONESIA
DISUSUN OLEH :
INAYAH RIANA SARI ( 1910411120014 )
NITA AMELIA ( 1910411120013 )
DOSEN :
Dr. H. ZULKIFLI MUSHABA, M.Pd
DANA ASWADI
PROGRAM STUDI ADMINISTRASI PUBLIK
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
2019
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Segala puji bagi Allah
SWT yang telah memberikan kami kemudahan sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah ini dengan tepat waktu. Tanpa pertolongan-Nya tentunya kami tidak akan
sanggup untuk menyelesaikan makalah ini dengan baik. Shalawat serta salam
semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yaitu Nabi Muhammad SAW
yang kita nanti-natikan syafa’atnya di akhirat nanti.
Kami mengucapkan syukur
kepada Allah SWT atas limpahan nikmat sehat-Nya, baik itu berupa sehat fisik
maupun akal pikiran, sehingga penulis mampu untuk menyelesaikan pembuatan
makalah sebagai tugas dari mata kuliah Bahasa Indonesia dengan judul “Diksi
dalam Bahasa Indonesia”.
Kami tentu menyadari
bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan masih banyak terdapat
kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Untuk itu, kami mengharapkan kritik
serta saran dari pembaca untuk makalah ini, supaya makalah ini nantinya dapat
menjadi makalah yang lebih baik. Kemudian apabila terdapat banyak kesalahan
pada makalah ini penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Kami juga mengucapkan
terima kasih kepada semua pihak khususnya kepada guru Bahasa Indonesia kami
yang telah membimbing dalam menulis makalah ini.
Demikian, semoga
makalah ini dapat bermanfaat. Terima kasih.
Banjarmasin,
16 September 2019
Penulis
Daftar Isi
Kata
Pengantar...........................................................................................................
Daftar
Isi....................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................
1.1 Latar Belakang.....................................................................................................
1.2 Rumusan
Masalah................................................................................................
1.3
Tujuan..................................................................................................................
1.4
Manfaat................................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN..........................................................................................
2.1 Tinjauan
Studi......................................................................................................
2.1 Landasan
Teori.....................................................................................................
2.3 Pengertian
Diksi...................................................................................................
2.3. 1Pengertian menurut KBBI dan para ahli...........................................................
2.3.2 Fungsi
Diksi..................................................................................................
2.3.3 Syarat-syarat Diksi
2.3.4 Ciri-ciri Diki
2.4 Makna
Denotatif dan
Konotatif..........................................................................
2.5 Gaya
Bahasa........................................................................................................
2.6 Gaya Bahasa
Menurut Pilihan
Kata.....................................................................
BAB III.....................................................................................................................
3.1
Kesimpulan..........................................................................................................
3.2 Saran....................................................................................................................
3.3 Daftar
Pustaka.....................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Bahasa terdiri atas beberapa tataran gramatikal antara lain
kata, frase, klausa, dan kalimat. Kata merupakan tataran terendah & kalimat
merupakan tataran tertinggi. Ketika Anda menulis, kata merupakan kunci utama
dalam upaya membentuk tulisan. Oleh karena itu, sejumlah kata dalam Bahasa
Indonesia harus dipahami dengan baik, agar ide dan pesan seseorang dapat mudah
dimengerti. Dengan demikian, kata-kata yang digunakan untuk berkomunikasi harus
dipahami dalam konteks alinea dan wacana. Kata sebagai unsur bahasa, tidak
dapat dipergunakan dengan sewenang-wenang. Akan tetapi, kata-kata tersebut
harus digunakan dengan mengikuti kaidah-kaidah yang benar.
Menulis merupakan kegiatan yang mampu menghasilkan ide-ide
dalam bentuk tulisan secara terus-menerus & teratur (produktif) serta mampu
mengungkapkan gambaran, maksud, gagasan, perasaan (ekspresif). Oleh karena itu,
ketrampilan menulis / mengarang membutuhkan grafologi, struktur bahasa, &
kosa kata. Salah satu unsur penting dalam mengarang adalah penguasaan kosa
kata. Kosa kata merupakan bagian dari diksi. Ketepatan diksi dalam suatu
karangan merupakan hal yang tidak dapat diabaikan karena ketidaktepatan
penggunaan diksi pasti akan menimbulkan ketidakjelasan makna.
Fungsi Pilihan kata atau Diksi adalah Untuk memperoleh
keindahan guna menambah daya ekspresivitas. Maka sebuah kata akan lebih jelas,
jika pilihan kata tersebut tepat dan sesuai. Ketepatan pilihan kata bertujuan
agar tidak menimbulkan interpretasi yang berlainan antara penulis atau
pembicara dengan pembaca atau pendengar, sedangkan kesesuaian kata bertujuan
agar tidak merusak suasana. Selain itu berfungsi untuk menghaluskan kata dan
kalimat agar terasa lebih indah. Dan juga dengan adanya diksi oleh pengarang
berfungsi untuk mendukung jalan cerita agar lebih runtut mendeskripsikan tokoh,
lebih jelas mendeskripsikan latar waktu, latar tempat, dan latar sosial dalam
cerita tersebut.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun perumusan masalah yang akan dibahas adalah sebagai
berikut:
1.
Apakah pengertian
diksi?
2.
Bagaimana diksi yang tepat dan tidak tepat dalam kalimat?
3.
Apa perbedaan kata umum dan khusus?
4.
Apa berbedaan makna denotatif dan
konotatif?
5.
Apa yang dinamakan gaya bahasa?
Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah yang
telah diuraikan di atas, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan :
1. Untuk
mengetahui pengertian diksi.
2. Untuk
mengetahui seperti apa kata umum dan khusus.
3. Untuk
mengetahui makna denotatif dan konotatif.
4. Untuk memahami
bagaimana diksi yang tepat & tidak tepat
dalam kalimat.
5. Untuk
mengetahui pengertian gaya bahasa.
1.4 Manfaat
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan acuan dalam
berbahasa yang benar sehingga dapat memberi manfaat sebagai berikut :
Penelitian ini diharapkan berhasil dengan baik dan dapat
mencapai tujuan penelitian secara optimal, sistematis, dan bermanfaat.
1) Manfaat teoretis
a. Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan
mengenai penelitian korelasi terkait penguasaan diksi dan
sikap berbahasa dengan keterampilan menulis.
b. Penelitian ini diharapkan dapat memberi sumbangan dalam
mengaplikasikan teori penelitian
korelasi dalam bidang linguistik dan pengajarannya.
2) Manfaat praktis
a. Bagi dosen
Sebagai bahan
masukan pentingnya meningkatkan kualitas mengajar sehingga dapat mengarahkan mahasiswa dalam meningkatkan
kreativitas menulis karya tulis ilmiah.
b. Bagi mahasiswa
Diharapkan
dapat mengembangkan kreativitas menulis mahasiswa dalam karya tulis ilmiah.
c. Bagi universitas
Merupakan bahan
masukan sebagai sumbangan pemikiran pentingnya keterampilan
menulis karya tulis ilmiah untuk memperkaya khasanah ilmu pengetahuan ilmiah.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Tinjauan
Studi
Dalam penelitian ilmiah atau pembuatan
makalah pengertian diksi sangat beragam. Dalam makalah ini peneliti mengambil
dua makalah sebagai tinjauan studi.
Dalam makalahnya Mumtahanah Diksi atau
pilihan kata adalah hasil dari upaya memilih kata yang tepat untuk dipakai
dalam suatu tuturan bahasa.
Sementara menurut Susandi dalam Kamus
Besar Bahasa Indonesia, diksi berarti "pilihan kata yang tepat dan selaras
(dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek
tertentu (seperti yang diharapkan)”.
Sementara
menurut Mumtahanah Diksi bukan hanya sekedar memilih yang tepat tetapi untuk
menentukan kata mana yang cocok digunakan dalam kalimat yang maknanya tidak
bertentangan dengan nilai-nilai yang diakui masyarakat.
2.2 Landasan
Teori
Diksi menurut Keraf (2010:24) yang
menurunkan tiga kesimpulan utama mengenai diksi, antara lain sebagai berikut.
1. Pilihan kata atau
diksi mencakup pengertian kata-kata mana yang dipakai untuk menyampaikan
gagasan, bagaimana membentuk pengelompokkan kata-kata yang tepat.
2. Pilihan kata atau
diksi adalah kemampuan membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna dari gagasan
yang ingin disampaikan dan kemampuan menemukan bentuk yang sesuai atau cocok
dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki kelompok masyarakat pendengar.
3. Pilihan kata yang
tepat dan sesuai hanya dimungkinkan penguasaan sejumlah besar kosa kata atau
perbendaharaan kata bahasa.
Diksi atau pilihan kata adalah salah
satu persyaratan yang perlu dan mendesak dalam berbicara atau menulis menurut
Fitriyah dan Gani (2007:77). Pilihan kata termasuk dalam ilmu sistematik
(semansiologi), yaitu ilmu yang mempelajari makna kata.
Dari uraian diatas diksi atau pilihan
kata adalah kemampuan seseorang dalam memilih kata untuk mencapai penyampaian
yang tepat dalam berbicara atau menulis, sehingga tidak menimbulkan makna yang
tidak dikehendaki pembicara atau penulis.
2.3 Pengertian
Diksi
Diksi adalah suatu
pilihan kata yang tepat dan selaras dengan penggunaannya dalam menyampaikan
sebuah gagasan atau cerita yang meliputi gaya bahasa, ungkapan, pilihan kata,
dan lain-lain, sehingga didapatkan efek sesuai dengan yang diinginkan.
2.3.1 Pengertian diksi menurut KBBI dan para ahli:
Pilihan kata yang tepat
dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga
diperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan)
Pengertian diksi menurut para
ahli :
1. Enre (1988: 102)
Menjelaskan bahwa diksi
ialah pilihan kata dan penggunaan kata secara tepat untuk mewakili pikiran dan
perasaan yang ingin dinyatakan dalam pola suatu kalimat.
2. Achmadi (1990: 136)
Memberikan definisi diksi
adalah seleksi kata-kata untuk mengekspresikan ide atau gagasan dan perasaan.
3. Mustakim (1994: 41)
Membedakan antara
istilah pemilihan kata dan pilihan kata. Pemilihan kata adalah proses atau
tindakan memilih kata yang dapat mengungkap gagasan secara tepat, sedangkan
pilihan kata adalah hasil proses atau tindakan tersebut.
2.3.2 Fungsi
Diksi
Fungsi diksi
berdasarkan pengertiannya :
Fungsi Diksi adalah agar pemilihan kata dan cara
penyampaiannya dapat dilakukan dengan tepat sehingga orang lain mengerti maksud
yang disampaikan, diksi juga berfungsi untuk memperindah suatu kalimat.
Fungsi Diksi Secara
Umum :
a. Membantu audiens/ pembaca mengerti apa
yang disampaikan penulis atau pembicara.
b. Menciptakan aktivitas komunikasi yang
lebih efektif dan efisien.
c. Menyampaikan gagasan atau ide dengan
tepat.
d. Menjadi lambang ekspresi yang ada pada
suatu gagasan.
2.3.3 Syarat-syarat
Diksi
a. Ketepatan pemilihan kata ketika menyampaikan suatu gagasan.
b. Pengarang harus mempunyai kemampuan untuk membedakan dengan tepat makna
berdasarkan gagasan yang hendak disampaikan.
c. Memiliki kemampuan untuk menemukan bentuk yang pas dengan situasi serta
nilai rasa para pembacanya.
d. Menguasai berbagai kosakata serta mampu memanfaatkan kata menjadi suatu
kalimat yang jelas, mudah dimengerti dan lebih efektif.
2.3.4 Ciri-ciri Diksi
a.
Pilihan kata yang
sesuai dan tepat dalam menggungkapkan sebuah gagasan.
b.
Kata yang digunakan
dapat dibedakan secara tepat dalam bentuk dan makna yang selaras dalam gagasan
dan situasi pembaca.
c.
Penggunaan kata yang
dimiliki masyarakat dapat memberdayakan kekayaan bahasa menjadi kata yang jelas
dan tepat.
2.4 Makna Denotatif dan
Makna Konotatif
Di dalam sebuah tulisan
biasanya kita sulit untuk menentukan atau menginterpretasi makna sebuah kata
atau frasa. Hal ini disebabkan karena adanya makna yang disampaikan secara
sebenarnya(Denotasi) dan makna yang disampaikan dalam bentuk kiasan(Konotasi).Berikut penjelasannya:
I. Diksi Berdasarkan
Maknanya
1. Makna Denotatif
Yang dimaksud dengan denotatif adalah makna yang
sebenarnya dari suatu kata atau kalimat. Berikut ini contoh diksi bermakna
denotatif:
a. Ryan sering “kerja keras” untuk
mendapatkan penghasilan yang lebih baik.
b. Robby adalah seorang yang “gemar
membantu”, dia disukai banyak orang.
c. Carla berinvestasi sejak dulu, sekarang
ia mendapatkan “keuntungan melimpah”
2. Makna Konotatif
Konotatif adalah kata atau kalimat yang memiliki arti
bukan sebenarnya. Berikut ini contoh diksi dengan makna konotatif:
a. Rio harus “membanting tulang” untuk
menghidupi keluarganya.
b. Hanny adalah seorang “kutu buku”, itu
sebabnya ia banyak tahu tentang berbagai hal
c. Romeo suka berinvestasi sejak dulu,
tahun ini ia mendapat “durian runtuh”.
II. Diksi Berdasarkan
Leksikal
1. Sinonim
Sinonim adalah kata yang mempunyai arti yang sama dengan
kata lain. Berikut ini contoh sinonim,
a. Bahagia = Senang
b. Matahari = Mentari
c. Cantik = Elok
d. Lezat = Enak
e. Pintar = Pandai
2. Antonim
Antonim adalah kata yang memiliki arti berlawanan dengan
kata lain. Berikut contoh antonim:
a. Naik x Turun
b. Besar x Kecil
c. Banyak x Sedikit
d. Tinggi x Rendah
e. Gelap x Terang
f. Cepat x Lambat
g. Bagus x Jelek
h. Mahal x Murah
3. Homonim
Homonim adalah kata yang memiliki lafal dan ejaan yang
sama namun artinya berbeda satu sama lain. Berikut contoh homonim,
a. Bulan itu terlihat bulat penuh malam ini
b. Semua karyawan mendapatkan gaji setiap bulan
Kata bulan pada kedua kalimat tersebut memiliki arti yang
berbeda walaupun ejaan dan lafalnya sama.
4. Homofon
Homofon adalah kata yang memiliki ejaan dan makna yang
berbeda, namun lafal sama. Berikut contoh homofon,
a. Anton menabung uangnya di Bank secara
rutin
b. Bang Anton bekerja di perusahaan
pembiayaan
->Kata “Bank” dan
“Bang” pada kalimat di atas memiliki lafal yang sama, namun ejaan dan maknanya
berbeda.
5. Homograf
Homograf adalah kata yang memiliki lafal dan arti yang
berbeda, namun ejaannya sama. Berikut contoh homograf,
a. Makanan favorit wanita itu adalah tahu
goreng
b. Wanita itu tidak tahu kalau hari ini
libur
->Kata “Tahu” pada
kalimat di atas ejaannya sama, tapi memiliki arti yang berbeda.
6. Polisemi
Polisemi adalah kata yang memiliki lebih dari satu arti.
Berikut contoh polisemi,
a. Para nasabah yang menabung di Bank akan mendapat bunga setiap bulan
b. Andini adalah salah satu bunga desa yang paling cantik
c. Kata “Bunga” pada kalimat di atas memiliki arti yang berbeda walaupun
menggunakan kata yang sama.
7. Hipernim dan Hiponim
Hipernim adalah kata yang dapat mewakili banyak kata
lainnya. Sedangkan hiponim adalah kata yang dapat terwakili oleh kata hipernim.
Berikut contoh hipernim
dan hiponim,
Di kebun binatang itu
terdapat banyak binatang liar, misalnya gajah, singa, buaya, rusa, kuda, dan
lain-lain.
Pada kalimat di atas,
binatang liar merupakan hipernim. Sedangkan kata hiponim gajah, singa, buaya,
rusa, kuda, dan lain-lain.
Persyaratan dalam
Ketepatan Diksi
Syarat ketepatan diksi
menurut Gorys Keraf, adalah :
a. -Penggunaan kata konotasi dan denotasi secara cermat.
b. -Penggunaan kata sinonim atau hampir sama maknanya secara cermat.
c. -Dapat membedakan kata-kata yang memiliki ejaan yang mirip.
d. -Penggunaan kata kerja pada kata depan harus secara idiomatis.
e. -Harus dapat membedakan kata khusus dan umum dalam tulisan atau pidato
agar ketepatan diksi terjamin
f. -Memperhatikan pemilihan kata yang tepat secara berkelanjutan dalam
suatu tulisan ataupun pidato.
2.5
Kata Umum dan Kata Khusus
Pada umumnya untuk mencapai
ketepatan pengertian yang lebih baik memilih kata khusus daripada kata umum.
Kata umum yang dipertentangkan dengan kata khusus harus dibedakan dari kata
denotatif dan konotatif. Kata konotatif dibedakan dari kata berdasarkan maknanya,
yaitu apakah ada makna tambahan atau nilai rasa yang ada pada sebuah kata. Kata
umum dan kata khusus dibedakan berdasarkan luas dan tidaknya cakupan makna yang
dikandungnya. Bila sebuah kata yang mengacu kepada suatu hal atau kelompok yang
luas bidang lingkupnya maka kata itu disebut kata umum. Bila ia mengacu kepada
pengarahan-pengarahan yang khusus dan kongkret maka kata-kata itu disebut kata
khusus.
Dengan demikian semakin
khusus sebuah kata atau istilah, semakin dekat titik persamaan atau pertemuan
yang dapat dicapai antara penulis dan pembaca, sebaliknya semakin umum sebuah
istilah, semakin jauh pula titik pertemuan antara penulis dan pembaca. Sebuah
istilah atau kata yang umum dapat mencakup sejumlah istilah yang khusus. Dalam
ilmu semantik, kata umum yang mencakup sejumlah istilah khusus ini disebut
superordinal, sedangkan istilah-istilah khusus yang dicakupnya disebut hiponim.
a. Kata
umum adalah kata-kata yang pemakaiannya dan maknanya bersifat umum dan luas.
Bidang dan obyek yang dicakup oleh kata umum itu luas dan tidak secara spesifik
merujuk atau merepresentasikan bidang atau obyek tertentu. Jenis kata umum
tidak memiliki pertalian yang erat dengan obyeknya.Sebagai akibatnya, kata umum
kurang memberi daya imajinasi kepada audiens atau pembaca. Citra
dalam pikiran audiens/ pembaca masih samar.
b. Kata
Khusus adalah kata-kata yang pemakaiannya dan maknanya bersifat spesifik dan
sempit dan yang merujuk kepada pengertian kongkret dan tertentu. Bidang, ruang
lingkup, dan obyek yang dicakup oleh kata khusus itu sempit dan dia secara
spesifik merujuk atau merepresentasikan bidang, ruang lingkup, atau obyek yang
sempit, di samping juga hanya meliputi aspek tertentu saja.Jenis kata khusus
memiliki pertalian yang erat dengan obyeknya. Sebagai akibatnya, kata khusus memberi daya imajinasi kepada
audiens atau pembaca. Citra dalam pikiran audiens/ pembaca tidak samar.
Hubungan antara kata umum
kata khusus itu bersifat relatif. Maksudnya, suatu kata tertentu bisa merupakan
kata khusus dari kata lain yang lebih umum; dan kata yang lebih umum itu bisa
menjadi kata khusus untuk kata lainnya lagi. Relativitas kata umum dan kata
khusus ini menciptakan gradasi kata.
2.6
Gaya Bahasa
Pengertian Gaya Bahasa
Gaya atau khususnya gaya bahasa dikenal dalam
retorika dengan istilah style. Kata style diturunkan dari kata Latin stilus,
yaitu semacam alat untuk menulis pada lempengan lilin. Keahlian dalam
menggunakan alat ini akan mempengaruhi jelas tidaknya tulisan pada lempengan
tadi. Kelak pada waktu penekanan dititikberatkan pada keahlian untuk menulis
indah, maka style berubah menjadi kemampuan dan keahlian untuk menulis atau
mempergunakan kata-kata secara indah.
Karena perkembangan itu, gaya bahasa atau
style menjadi masalah atau bagian dari diksi atau pilihan kata yang
mempersoalkan cocok tidaknya pemakaian fakta, frasa atau klausa tertentu. Sebab
itu, persoalan gaya bahasa meliputi semua hirarki kebahasaan : pilihan kata
secara individual, frasa, klausa, dan kalimat, bahkan mencakup pula sebuah
wacana secara keseluruhan.
Walaupun kata style berasal dari bahasa
Latin, orang Yunani sudah mengembangkan sendiri teori-teori mengenai style itu.
Ada dua aliran yang terkenal, yaitu :
1. Aliran
Platonik: menganggap style sebagai kualitas suatu ungkapan, menurut mereka ada
ungkapan yang memiliki style, ada juga yang tidak style.
2. Aliran
Aristoteles: menganggap bahwa gaya adalah suatu kualitas yang inheren, yang ada
dalam ungkapan.
Dengan demikian, aliran Plato mengatakan
bahwa ada karya yang memiliki gaya dan ada karya karya yang sama sekali tidak
memiliki gaya. Sebaliknya, aliran Aristoteles mengatakan bahwa semua karya
memiliki gaya, tetapi ada karya yang memiliki gaya yang tinggi ada yang rendah,
ada karya yang memiliki gaya yang kuat ada yang lemah, ada yng memiliki gaya
yang baik ada yang memiliki gaya yang jelek.
Bila kita melihat gaya secara umum, kita
dapat mengatakan bahwa gaya adalah cara mengungkapkan diri sendiri, entah
melalui bahasa, tingkah laku, berpakaian, dan sebagainya. Dengan menerima
pengertian ini maka kita dapat mengatakan “cara berpakaiannya menarik perhatian
banyak orang”, “Cara menulisnya lain dari pada kebanyakan orang”, “Cara
jalannya lain dari pada yang lain”, yang memang sama artinya dengan “gaya
berpakaian”, “gaya menulis” dan “gaya berjalan”. Dilihat dari segi bahasa, gaya
bahasa adalah cara menggunakan bahasa. Gaya bahasa memungkinkan kita dapat
menilai pribadi, watak dan kemampuan seseorang yang menggunakan bahasa itu.
Semakin baik gaya bahasanya, semakin baik pula penilaian orang terhadapnya,
semakin buruk gaya bahasa seseorang, semakin buruk pula penilaian diberikan
kepadanya.
Akhirnya style atau gaya bahasa dapat
dibatasi sebagai cara mengungkapkan pikiran melalui bahasa secara khas yang
diperlihatkan jiwa dan kepribadian penulis (pemakai bahasa).
2.6.1 Gaya
Bahasa Berdasarkan Pilihan Kata
Berdasarkan pilihan kata, gaya bahasa mempersoalkan kata
mana yang paling tepat dan sesuai untuk posisi-posisi tertentu dalam kalimat,
serta tepat tidaknya penggunaan kata-kata dilihat dari lapisan pemakaian bahasa
dalam masyarakat. Dengan kata lain, gaya bahasa ini mempersoalkan ketepatan dan
kesesuaian dalam menghadapi situasi-situasi tertentu.
Dalam bahasa standar (baahasa baku) dapatlah
dibedakan : gaya bahasa resmi (bukan bahasa resmi), gaya bahasa tak resmi dan
gaya bahasa percakapan.
a. Gaya
Bahasa Resmi
Gaya bahasa resmi adalah
gaya dalam bentuknya yang lengkap, gaya yang dipergunakan dalm
kesempatan-kesempatan resmi, gaya yang digunakan oleh mereka yang diharapkan
mempergunakannya dengan baik dan terpelihara. Amanat kepresidenan, berita
negara, khotbah-khotbah mimbar, pidato-pidato yang penting, artikel-artikel
yang serius, atau esei yang membuat subyek-subyek yang penting, semuanya
dibawakan dengan bahasa resmi.
b. Gaya
Bahasa Tak Resmi
Gaya bahasa tak resmi juga
gaya bahasa yang dipergunakan dalam bahasa standar, khususnya dalam
kesempatan-kesempatan yang tidak formal atau kurang formal. Gaya ini biasanya
dipergunakan dalam karya-karya tulis, buku-buku pegangan, artikel-artikel
mingguan atau bulanan yang baik, dalam perkuliahan, editorial, kolumnis dan
sebagainya. Singkatnya gaya bahasa tak resmi adalah gaya bahasa yang umum dan
normal bagi kaum terpelajar.
Menurut
sifatnya, gaya bahasa tak resmi ini dapat juga memperlihatkan suatu jangka
variasi, mulai dari bentuk informal yang paling tinggi (yang sudah bercampur
dan mendekati gaya resmi) hingga gaya bahasa tak resmi yang sudah bertumpang
tindih dengan gaya bahasa percakapan kaum terpelajar.
c. Gaya
Bahasa Percakapan
Sejalan dengan kata-kata
percakapan, terdapat juga gaya bahasa percakapan. Dalam gaya bahasa ini,
pilihan katanya adalah kata-kata populer dan kata-kata percakapan. Kalau
dibandingkan dengan gaya bahasa resmi dan gaya bahasa tak resmi, maka gaya
bahasa percakapan ini dapat diumpamakan sebagai bahasa dalam pakaian sport. Itu
berarti bahasanya masih lengkap untuk suatu kesempatan, dan masih dibentuk
menurut kebiasaan-kebiasaan, tetapi kebiasaan ini agak longgar bila
dibandingkan dengan gaya bahasa resmi dan gaya bahasa tak resmi.
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Diksi
atau pilihan kata adalah kemampuan seseorang dalam memilih kata untuk mencapai
penyampaian yang tepat dalam berbicara atau menulis, sehingga tidak menimbulkan
makna yang tidak dikehendaki pembicara atau penulis.
Diksi merupakan bagian
penting dalam pembuatan sebuah karya ilmiah karna karangan atau karya ilmiah
yang baik bukan hanya dilihat dari isi karya ilmiah tersebut tetapi juga
dilihat dari pemilihan kata yang digunakan dalam pembuatan karya ilmiah
tersebut. Karna dilihat dalam pemilihan kata seseorang dapat menilai
kepribadian seorang penulis tersebut.
3.2 Saran
Dengan adanya penelitian
ini penulis dapat mengetahui lebih mendalam tentang diksi atau pemilihan kata,
serta penulis berharap dengan adanya karya tulis ini dapat bermanfaat bagi
pelajar, mahasiswa serta semua pihak yang membaca karya ilmiah ini. Melalui
makalah ini supaya penulis dapat memahami lebih mendalam lagi sehingga dapat
membentuk generasi yang cerdas dan berbudi pekerti yang baik.
Penulis menyadari dalam
pembuatan makalah ini masih banyak terdapat kesalahan dan jauh dari
kesempurnaan. Maka penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari
semua pihak, untuk dapat menulis karya ilmiah yang lebih baik lagi kedepannya.
3.3 Daftar Pustaka
https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/Diksi
https://www.maxmanroe.com/vid/umum/pengertian-diksi.html
https://sastrawacana.id/pengertian-diksi-menurut-para-ahli/
https://pakdosen.co.id/diksi-pengertian-menurut-para-ahli-ciri-syarat-jenis-fungsi-dan-contoh/
https://www.ruangguru.co.id/diksi-pengertian-syarat-ciri-fungsi-manfaat-jenis-dan-contoh-diksi-terlengkap/
https://uprint.id/blog/contoh-kata-pengantar/
A, Alex dan Achmad H.P.2010.Bahasa
Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Jakarta:Penada Media group.
Mumtahanah, Fida.Makalah Diksi
dan Gaya Bahasa
Nur, Imran.Makalah Penggunaan
Kata Umum dan Kata Khusus
<http://www.slideshare.net/FerialImranNur7/penggunaan-kata-umum-dan-kata-khusus>
Keraf, Gorys.2010.Diksi dan
Gaya Bahasa.Jakarta:Gramedia Pustaka Utama.
http://www.smansax1-edu.com/2014/09/cara-mudah-memahami-makna-denotasi-dan.html
Gani, Ramlan A dan Fitriyah
Z.A.2007.Pembinaan Bahasa Indonesia. Jakarta:Lembaga Penelitian UIN Jakarta
dengan UIN Jakarta press.
<http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=5&cad=rja&uact=8&ved=0CEIQFjAE&url=http%3A%2F%2Ffile.upi.edu%2FDirektori%2FFPBS%2FJUR._PEND._BHS._DAN_SASTRA_INDONESIA%2F196711031993032-NOVI_RESMINI%2FDIKSI_ATAU_PILIHAN_KATA_power_point.pdf&ei=KURiVaaUOMXbmgW354CIAw&usg=AFQjCNHaVXS7Ak8ynfjgkMK16e85tnmXMg&sig2=WOqCvEJn23KakKOIEWPW4Q&bvm=bv.93990622,d.dGY>

Tidak ada komentar:
Posting Komentar